Kamis, 01 Desember 2016

                                                       Kutipan dan Sistem Rujukan
Kutipan terdiri atas dua jenis, yaitu (1) kutipan langsung dan (2) kutipan
tidak langsung. Dalam mengutip secara langsung kita tidak melakukan
perubahan apa pun terhadap teks atau bagian teks yang kita kutip tersebut
sedangkan dalam mengutip tidak secara langsung kita diperkenankan untuk
menggunakan kata-kata kita sendiri tetapi tidak mengubah makna pada teks
aslinya. Keduanya jenis kutipan ini bertujuan sama, yaitu meminjam pemikiran
orang lain untuk melengkapi tulisan kita tanpa menghilangkan penghargaan
kita kepada orang yang pikirannya kita pinjam tersebut.
 
Kutipan langsung dan kutipan tidak langsung memiliki ciri-ciri tersendiri.
Ciri kutipan langsung adalah
(1) Tidak boleh ada perubahan terhadap teks asli,
(2) Tanda (sic!) digunakan apabila ditemukan kesalahan pada teks asli,
(3) Tanda tiga titik tiga berspasi (. . .) digunakan apabila ada bagian
kutipan yang dihilangkan, dan
(4) Menggunakan sumber kutipan yang berlaku dalam bidang selingkung
.
Kutipan tidak langsung disebut juga inti sari pendapat memiliki ciri-ciri (1)
diintegrasikan dengan teks, (2) tidak diapit oleh tanpa kutip, dan (3) harus
menyertakan sumber kutipan3.2 Sistem Rujukan
Dalam upaya menjaga etika ilmiah dalam hal penggunaan sumber lain dalam
sebuah tulisan, kita mengenal sistem catatan. Sistem ini dikembangkan dalam
tiap bidang ilmu selingkung sehingga muncul variasi dalam penulisannya.
Tidak heran apabila sistem yang digunakan oleh bidang ilmu tertentu berbeda
dengan sistem yang dikembangkan oleh bidang ilmu lainnya. Walaupun
demikian, kita mengenal dua sistem perujukan yang sering digunakan, yaitu
(1) catatan kaki, dan
(2) catatan belakang.
Catatan Kaki adalah catatan yang diletakkan di bagian bawah halaman
sedangkan Catatan Belakang ada di akhir bab (dalam sebuah buku) atau
bagian akhir sebuah tulisan (dalam sebuah makalah).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar